Pengaruh Kadar Air Perontokan…

Pengaruh Kadar Air Perontokan…

PENGARUH KADAR AIR PERONTOKAN DAN ALAS PENJEMURAN TERHADAP KERUSAKAN DAN VIABILITAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERR.)

C.E. Sigit Prihandono, Wahju Qamara Mugnisjah, dan Soemardi

Percobaan ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh kadar air perontokan dan alas penjemuran terhadap tingkat kerusakan dan viabilitas benih kedelai varietas Wilis yang dikaitkan dengan kondisi anatomis, fisik, fisiologis, dan kondisi kimia benih. Percobaan disusun dalam rancangan petak terpisah atau split-plot design dengan 2 faktor, 3 taraf, dan 3 ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi kadar air perontokan 11-12% dan alas penjemuran bilik bambu menghasilkan tingkat kerusakan terendah dan viabilitas benih tertinggi.  Hal tersebut disebabkan pada bilik bambu, pemanasan selama pengeringan berlangsung lebih merata sehingga menghasilkan tingkat kekeringan benih yang Iebih merata pula.  Perontokan benih pada kadar air 11-12% menghasilkan tingkat kerusakan dan viabilitas benih yang Iebih baik jika dibandingkan dengan tingkat kadar air perontokan lainnya karena pada tingkat kadar air tersebut benih paling tahan terhadap pelukaan oleh gaya mekanis.

[Seminar Mahasiswa Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, 1994]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *