Pengaruh Keusangan Benih Sumber…

Pengaruh Keusangan Benih Sumber…

PENGARUH KEUSANGAN BENIH SUMBER DAN PENYULAMAN TERHADAP PRODUKSI DAN VIABILITAS BENIH TIGA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERR.)

Siti Rohani, Wahju Qamara Mugnisjah, dan Munif Gh

Penggunaan benih yang bermutu tinggi sangat diperlukan untuk mendapatkan produksi benih yang tinggi.  Mutu fisiologis benih yang tinggi diharapkan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan akar yang cepat sehingga menghasilkan tanaman yang baik dalam berbagai kondisi lingkungan tumbuh. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Babakan Darmaga, Bogor, dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Be­nih IPB mulai bulan Februari 1992 sampai dengan bulan Juni 1992.  Percobaan disusun secara faktorial menggunakan rancangan petak-petak terpisah. Sebagai petak utama adalah varietas sebanyak tiga jenis (Amerikana, Galunggung, dan Lokon); anak petak adalah mutu fisiologis benih sumber dengan dua taraf keserempakan tumbuh benih (40-50% dan >75%); anak-anak petak adalah populasi akhir benih dengan dua taraf (tanpa penyulaman dan dengan penyulaman). Pemanenan dilakukan pada saat masak panen, waktunya berbeda antarvarietas.  Varietas berpengaruh nyata terhadap bobot 100 butir benih dan produksi benih per petak.  Mutu fisiologis benih sumber berpengaruh nyata terhadap persentase polong bernas per tanaman, bobot 100 butir benih, dan produksi benih per petak pada taraf 5% uji F.  Populasi akhir tanaman berpengaruh nyata pada persentase polong bernas per tanaman dan produksi benih per petak pada taraf 1% uji F.  Interaksi antarperlakuan tidak berpengaruh nyata pada semua perlakuan kecuali pada varietas dan mutu fisiologis benih sumber. Faktor tunggal tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap viabilitas benih, kecuali pengaruh varietas kedelai.  Varietas Lokon memiliki nilai keserempakan tumbuh benih tertinggi jika dibandingkan dengan kedua varietas lainnya sehingga varietas Lokon mempunyai vigor genetik yang tinggi.

[Seminar Mahasiswa Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, 1993]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *