Pengaruh Waktu Pemberian Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tanaman…

Pengaruh Waktu Pemberian Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tanaman…

PENGARUH WAKTU PEMBERIAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SERTA PRODUKSI DAN VIABILITAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) Merr.) DARI SEKTOR YANG BERBEDA

R. Dwi Anggoro Widjajanto dan Wahju Qamara Mugnisjah

Penelitian  ini bertujuan mempelajari  pengaruh  waktu pemberian  pupuk  N  terhadap pertumbuhan tanaman serta produksi dan viabilitas kedelai dan mempelajari hubungan antara sektor tanaman kedelai dengan  viabilitas  benih  kedelai  yang  dihasilkan  dari masing-masing sektor dalam waktu pemberian pupuk N tertentu. Perlakuan pertama adalah pupuk nitrogen, diberikan pada berbagai waktu, yaitu tanpa pemberian pupuk N (N0); 120 kg N/ha diberikan semuanya pada saat tanam (N1); 60 kg N/ha diberikan pada saat tanam dan 60 kg N/ha diberikan saat menjelang berbunga (N2); 60 kg N/ha diberikan pada saat tanam, 20 kg N/ha diberikan saat menjelang berbunga, dan 40 kg N/ha diberikan saat pengisian polong (N3), 60 kg N/ha diberikan pada saat tanam dan 60 kg N/ha diberikan saat pengisian polong (N4); 60 kg N/ha diberikan pada saat tanam, 40 kg N/ha diberikan saat menjelang berbunga, dan 20 kg N/ha diberikan saat pengisian polong (N5).   Sebagai perlakuan kedua tanaman kedelai dibagi menjadi 3 sektor kanopi, yaitu sektor atas, sektor tengah, dan sektor bawah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman yang tidak menggunakan pupuk N cenderung lebih rendah daripada tanaman yang menggunakan pupuk N.  Vigor benih yang berasal dari tanaman yang menggunakan pupuk N lebih baik daripada yang berasal dari tanaman tanpa pupuk N. Perlakuan N2 menghasilkan vigor benih terbaik. Sektor atas menghasilkan benih berviabilitas tertinggi dan sektor bawah menghasilkan benih berviabilitas terendah dalam N0 pada pengamatan kecepatan tumbuh. Pada pengamatan Valk dalam perlakuan N3 dan N4 benih dari sektor bawah menghasilkan viabilitas terendah.

[Seminar Mahasiswa Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, 1994]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *